Pages

Thursday, May 24, 2012

TUGAS 1 : Hubungan Industrial Relations dan Employee Relations


Hubungan Industrial Relations dan Employee Relations

·        * Employee Relations
Employee Relations atau Hubungan Kepegawaian/Kekaryawanan atau sering disebut juga sebagai Hubungan Industrial adalah salah satu komponen Public Relations Management yang bersifat administratif dan normatif yang mengatur hubungan kerja antar individu di perusahaan dalam rangka mencapai tingkat efisiensi dan efektifitas kinerja yang optimal. Hubugan karyawan merupakan suatu kerangka kerja yang berkaitan dengan mempertahankan hubungan majikan-karyawan yang berkontribusi terhadap produktivitas memuaskan, motivasi, dan moral. Pada dasarnya, hubungan karyawan berkaitan dengan mencegah dan menyelesaikan masalah yang melibatkan individu- individu yang timbul dari atau mempengaruhi situasi kerja.
Oleh karena itu, praktek Employee Relations yang baik akan mampu meningkatkan suasana kerja yang baik yang pada gilirannya akan meningkatkan produktifitas kerja, mampu menunjang pelaksanaan strategi dan tujuan organisasi / perusahaan, dapat menurunkan “employement cost”, serta membantu karyawan untuk tumbuh dan berkembang.
Setiap organisasi (profit atau nonprofit) memiliki tujuan – tujuan yang ingin dicapai. Untuk mencapainya dibutuhkan kerjasama seluruh elemen di organisasi. Salah satu sumber daya yang terdapat dalam organisasi adalah karyawan. Itu mengapa karyawan sangat penting dan diperlukan bagi perusahaan.
Hubungan karyawan dapat diartikan sebagai:
a. Seperangkat kebijakan, program dan mekanisme.
b. Difokuskan untuk menjaga dan mempromosikan basic perusahaan.
c. Dalam kerangka kerja sama antara manajemen, karyawan dan martabat manusia serta pertumbuhan perusahaan.
d. Untuk mencari efektivitas organisasi yang lebih besar.

- Media dan Teknik Employee Relations:
1. Company profile
2. Presentasi video atau slide.
3. Pertemuan dinas.
4. Kunjungan oleh pihak manajemen.
5. Kunjungan staff.
6. Gathering.
7. Klub- klub sosial.

- Employee Participation Programes:
          1. Partisipasi kepemilikan / ownership participation (stock holding).
          2. Decision participation (konsultasi, team briefing, dll).
          3. Benefit participation (skema pembagian keuntungan).

- Employers Associations:
           a. mewakili pandangan dan kepentingan perusahaan dalam satu sektor industri.
           b. menyediakan berbagai layanan (mencoba untuk mempengaruhi pajak misalnya pemerintah, hukum ketenagakerjaan. Menghasilkan produk yang baik dan riset pasar untuk anggota).

- Kebijakan Employee Relations:
         a. Kondisi dan kontrak persyaratan kerja.
         b. Prosedur atau kebijakan untuk menangani keluhan staf, mendisiplinkan staf, prosedur redundansi dan pembayaran redundansi.
         c. Keterlibatan staf dalam pengambilan keputusan.
         d. Trade union recognition.
         e. Perundingan bersama.



·         *Industrial Relations
Hubungan Industrial (Industrial Relations) adalah hubungan antara semua pihak yang tersangkut atau berkepentingan atas proses produksi barang atau pelayanan jasa di suatu perusahaan.
Dalam pengertian sempit, hubungan industrial diartikan sebagai hubungan antara manajemen dan pekerja atau Management-Employees Relationship. Pihak yang paling berkepentingan atas keberhasilan perusahaan dan berhubungan langsung sehari-hari adalah pengusaha atau manajemen dan pekerja. Hubungan tersebut perlu dipelihara dan dikembangkan dalam rangka menjamin kepentingan semua pihak yang terlibat.

1.       Prinsip-prinsip Industrial Relations
Prinsip hubungan industrial didasarkan pada persamaan kepentingan semua unsur atas kenerhasilan dan kelangsungan perusahaan. Dengan demikian, hubungan industrial mengandung prinsip-prinsip sebagai berikut :
Pengusaha dan pekerja, demikian juga pemerintah dan masyarakat pada umumnya sama-sama mempunyai kepentingan atas keberhasilan dan kelangsungan perusahaan. Perusahaan merupakan sumber penghasilan bagi orang banyak, pengusaha dan pekerja mempunyai hubungan fungsional dan masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda dengan pembagian kerja atau pembagian tugas. Pengusaha dan pekerja merupakan anggota keluarga perusahaan, tujuan pembinaan hubungan industrial adalah berusaha menciptakan ketenangan dan ketentraman bekerja agar dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Peningkatan produktivitas perusahaan harus dapat meningkatkan kesejahteraan bersama, yaitu kesejahteraan pengusaha dan pekerja.

2.       Tujuan Industrial Relations
Tujuan akhir pengaturan hubungan industrial adalah peningkatan kesejahteraan bagi semua pihak. Untuk dapat mencapai hal tersebut diperlukan peningkatan produktivitas dari waktu ke waktu. Produktivitas dapat dicapai manakala terjadi ketenangan kerja dan berusaha di dalam perusahaan. Untuk dapat mencapai ketenangan kerja ini, maka komunikasi yang efektif dan berkelanjutan perlu dilakukan secara sadar. Komunikasi memegang peranan yang sangat penting di dalam membina dan meningkatkan rasa saling percaya.

-  Industrial Action:
-          Work to rule (bekerja untuk memerintah).
-          Overtime ban (larangan untuk kerja lembur).
-          Sit in (karyawan di tempat kerja tetapi tidak melakukan pekerjaan apapun).
-          Boycott.
-          Strike (karyawan menolak untuk melakukan pekerjaan mereka dan tidak masuk tempat kerja).
·         Industrial Relations - Employee Relations



* Apakah hubungan Industrial Relations dengan Employee Relations?
Employee Relations hubungan kerja yang hanya mencakup dua pihak, pihak manajemen dan pihak pekerja saja, sedangkan Industrial Relations mencakup lebih dari dua pihak tersebut, seperti pihak pemerintah, pihak masyarakat, pihak sarikat buruh, dan sebagainya.
Dan seperti yang sudah di terangkan mengenai arti dari Industrial Relations dalam pengertian sempit, yaitu sebagai hubungan antara manajemen dan pekerja atau Management-Employees Relationship. Maka Employee Relations merupakan bagian dari Industrial Relations. Yang keduanya saling mempengaruhi dan dan saling berkaitan.
Dan dapat digambarkan sebagai berikut:



1.       Employee Relations yang sebenarnya adalah berisi serangkaian program kerja perusahaan (bukan hanya program HRD) dan tanggung jawab hokum yang mengikat perusahaan maupun karyawannya.

2.       Dimana paling sedikit didalamnya meliputi:
a.  Program kegiatan karyawan dalam berbagai bentuk: kerohanian, sport, seni dan budaya perusahaan (Company Culture).
b.   Hubungan industrial – Penanganan kasus karyawan.
c.   Menyangkut kebijakan Perusahaan terhadap perpindahan karyawan (Employee Movement).
d.  Program kesejahteraan sosial – tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar lokasi perusahaan - yang dalam pelaksanaannya melibatkan karyawan (untuk hal ini sebagian perusahaan menyerahkannya kepada bagian General Affairs/GA).

3.       Karyawan dapat bekerja dengan baik apabila di dalam organisasinya terdapat bentuk hubungan dan komunikasi yang baik antara perusahaan yang diwakili oleh pihak manajemen dan para karyawan sebagai bawahannya. Begitu pula hubungan antara manajemen perusahaan dengan pihak yang berkepentingan atas keberhasilan perusahaan. Contohnya pengusaha, media massa, masyarakat/public, penanam saham, dan pihak- pihak lain yang berada diluar lingkup perusahaan atau perusahaan lain.

4.       Tujuan akhir yang dapat dicapai:
-         Pembangkit dan Penyatu Semangat (passion) untuk mendarah dagingkan VISI MISI perusahaan kepada       setiap karyawan yang dikemas dalam bentuk yang menarik dan menyenangkan.
-         Menghindarkan perusahaan dari permasalahan dengan karyawan yang melibatkan pihak ke tiga      termasuk Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), public/massa, forum komunitas dan sebagainya yang sangat berdampak pada jalannya operasional dan image perusahaan.
-         Menghindarkan perusahaan dari kerugian waktu dan biaya yang sangat besar akibat perselisihan dengan karyawan.
-         Sangat membantu perusahaan dalam mencapai target bisnis yang tinggi bila kita mampu mengelola emosi dan potensi karyawan.

5    Oleh sebab itu hubungan antara employee relations dan industrial relations sangatlah penting bagi sebuah perusahaan. Hubungan antara karyawan, management, pihak industri, dan pihak- pihak lain yang bersangkutan haruslah baik. Tidak boleh ada masalah yang berat. Kalaupun ada harus segera diselesaikan karena berpengaruh terhadap kelangsungan perusahaan dan jalannya perusahaan. Perusahaan yang baik tentu harus memiliki hubungan yang baik antara employee dan industrial relationnya. Hubungan internal dan eksternal harus seimbang supaya pertumbuhan perusahaanpun dapat berjalan dengan baik dan memuaskan. Dan agar hasil yang didapatkanpun memuaskan antara produsen, konsumen, dan masyarakat/public.

No comments:

Post a Comment